Tentang Gereja Katolik St. Agnes Stasi Anggana
Mengenal lebih dekat sejarah pertumbuhan iman, profil komunitas, serta visi Gereja Katolik St. Agnes di wilayah Anggana.

Gereja Katolik St. Agnes Stasi Anggana
Wilayah Pelayanan Paroki Santa Maria Penolong Abadi, Keuskupan Agung Samarinda
Kronik Sejarah & Perjalanan Iman Stasi
Sejarah Gereja Katolik Stasi Santa Agnes Anggana merupakan kisah ketekunan iman, ketulusan gotong royong umat, dan keharmonisan persaudaraan yang terus berakar di pesisir Kutai Kartanegara.
1985 • Awal Mula Persekutuan Ibadah
Perjalanan persekutuan iman berawal pada tahun 1985 di Anggana. Pada masa awal tersebut, belum terdapat gedung gereja tersendiri sehingga peribadatan diadakan secara bergantian di fasilitas Pertamina oleh empat persekutuan jemaat Kristen: Katolik (minggu pertama), GPIB (minggu kedua), GSJA (minggu ketiga), dan GPdI (minggu keempat) dalam suasana persaudaraan yang erat.
1987 – 1989 • Pembangunan Gedung Gereja Pertama
Didorong oleh kerinduan bersama untuk memiliki tempat peribadatan tetap, pada tahun 1987 dimulai pembangunan rumah doa pertama berbahan kayu ulin. Melalui semangat gotong royong dan swadaya jemaat, bangunan gereja pertama ini rampung didirikan dan diresmikan pada tahun 1989 oleh pemerintah setempat.
1990 – 2014 • Perkembangan Menuju Kemandirian Stasi
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jemaat di wilayah Anggana, berbagai persekutuan gereja mulai menempati rumah ibadah masing-masing secara mandiri. Gedung gereja ini terus dirawat dan difungsikan hingga sepenuhnya menjadi pusat peribadatan tetap bagi umat Katolik Stasi Santo Agnes di bawah reksa Gereja Paroki Santa Maria Penolong Abadi.
2018 – 2025 • Pembangunan Gedung Baru & Peresmian Agung
Menjawab pertambahan umat Katolik dan kebutuhan sarana ibadah yang representatif, pada tahun 2018 direncanakan pembangunan gedung gereja baru yang lebih luas dan permanen. Meski sempat tertunda oleh masa pandemi, pengerjaan kembali dilanjutkan dengan tekun hingga rampung secara menyeluruh pada Mei 2025.
Puncak rasa syukur terlaksana pada Juni 2025, ketika gedung megah Gereja Katolik St. Agnes Anggana diresmikan secara agung oleh Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF (Uskup Agung Samarinda) didampingi oleh Pastor Moses Komela Avan, Pr.

Pemotongan Pita Peresmian (Juni 2025)
Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF memotong pita peresmian gedung gereja permanen yang baru.

Syukur Peresmian Bersama Umat
Bapa Uskup, para imam, pemuka adat, dan seluruh umat berbusana Nusantara dalam Ekaristi syukur.
Profil Wilayah Gereja Anggana
Kecamatan Anggana terletak di wilayah hilir Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Wilayah ini memiliki karakteristik masyarakat yang majemuk, dinamis, dan hidup rukun berdampingan antarumat beragama.
Sebagai stasi yang berada di daerah perlintasan perairan dan darat, Gereja St. Agnes sering dikunjungi oleh umat pekerja perantau, pelaut, dan pendatang baru yang memerlukan tempat bernaung rohani dan perayaan Ekaristi di akhir pekan.
Visi Gereja Katolik St. Agnes Stasi Anggana
Misi Pelayanan Gereja
- Liturgia: Membangun perayaan liturgi dan ibadat Ekaristi yang khidmat, hidup, dan mempersatukan seluruh umat stasi.
- Kerygma: Menyelenggarakan katekese berkesinambungan bagi anak-anak (BIAK), remaja, kaum muda (OMK), dan orang dewasa.
- Koinonia: Mempererat persaudaraan sejati antarumat lingkungan melalui doa bersama, kunjungan keluarga, dan ramah tamah persaudaraan.
- Diakonia: Menghadirkan wajah kerahiman Gereja melalui karya sosial karitatif bagi mereka yang berkekurangan dan tertimpa kemalangan.
- Martyria: Menjadi saksi Kristus yang menghidupi kejujuran, damai, dan kerukunan dengan seluruh lapisan masyarakat di Anggana.